Sengkang (Kemenag Wajo) – Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKM MTs) Kabupaten Wajo melaksanakan kegiatan Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 serta Evaluasi Data Aplikasi SIMPATIKA, ERKAM-EDM, dan EMIS Madrasah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, H. Muhammad Suban, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Abdul Azis dan Ketua Pojawas Madrasah Muhammad Rasyidin
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Wajo dan beserta oprator madrasah.
Dalam arahannya, Kakankemenag Wajo menegaskan bahwa penguatan tata kelola madrasah di era digital menuntut keseriusan dalam pengelolaan data yang valid, akurat, dan berkelanjutan. Menurutnya, data yang tersaji dalam aplikasi SIMPATIKA, EMIS, dan ERKAM menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan program madrasah.
“Data adalah fondasi utama dalam pengelolaan madrasah. Oleh karena itu, keakuratan dan kesesuaian data menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Suban.
Ia juga menekankan peran strategis operator madrasah sebagai ujung tombak pengelolaan data. Kakankemenag meminta para kepala madrasah untuk memberikan dukungan maksimal kepada operator agar seluruh data madrasah dapat terkelola dengan baik.
“Operator memegang peran penting dalam menentukan kualitas data madrasah. Kepala madrasah harus memastikan kebutuhan operator terpenuhi agar tidak ada kendala dalam pengelolaan data,” tegasnya.
Terkait implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025, Kakankemenag mengajak kepala madrasah untuk menguatkan pelaksanaan kurikulum melalui pendekatan Kurikulum Cinta, yaitu pendidikan yang menempatkan nilai kemanusiaan, empati, dan penghargaan terhadap peserta didik sebagai dasar pembelajaran.
“Pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang membangun karakter dan menyentuh hati peserta didik. Lingkungan madrasah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif antarwarga, madrasah serta kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Kita harus membangun budaya kerja kolaboratif dan menjaga ekologi lingkungan madrasah. Lingkungan yang bersih dan tertata akan mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal,” tambahnya.
Menutup arahannya, Kakankemenag Wajo berharap kepala madrasah mampu berperan sebagai pemimpin dan manajer yang komunikatif, serta aktif menjalin sinergi dengan masyarakat dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu madrasah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas pelaporan dan sinkronisasi data madrasah di Kabupaten Wajo semakin meningkat serta mendukung terwujudnya tata kelola madrasah yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing. (jo/nrl)