Wajo (Humas Kemenag) — Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kabupaten Wajo mencatatkan sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya, pelaksanaan upacara dipimpin oleh seorang perempuan sebagai pemimpin upacara.
Pemimpin upacara tersebut adalah Wapia D., S.H, staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Belawa. Perempuan kelahiran Belawa, Kabupaten Wajo, 24 Mei 1995 ini dipercaya mengemban peran penting dalam pelaksanaan upacara HAB ke-80 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Jumat (3/1/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, H. Muhammad Subhan, menyampaikan bahwa penunjukan perempuan sebagai pemimpin upacara merupakan bentuk penghargaan sekaligus komitmen Kemenag Wajo dalam memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi kaum perempuan untuk berperan aktif dan berkreasi di lingkungan Kementerian Agama.
Menurutnya, Kementerian Agama harus menjadi institusi yang inklusif dan responsif terhadap nilai-nilai keadilan serta kesetaraan. “Ini adalah bentuk penghargaan kepada perempuan. Kemenag Wajo memberikan ruang agar perempuan dapat tampil, berkontribusi, dan menunjukkan kapasitasnya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa penghargaan terhadap perempuan sejalan dengan nilai-nilai ajaran agama yang sangat memuliakan peran ibu. Dalam ajaran agama, kedudukan ibu ditempatkan pada posisi yang sangat luhur, sehingga penghormatan kepada perempuan merupakan bagian dari pengamalan nilai keagamaan itu sendiri.
Momentum ini semakin bermakna karena berdekatan dengan peringatan Hari Ibu yang baru saja berlalu. Melalui penunjukan pemimpin upacara perempuan, Kemenag Wajo ingin menegaskan bahwa semangat Hari Ibu tidak hanya dimaknai secara simbolik, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja.
Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Kementerian Agama Kabupaten Wajo menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja yang adil, inklusif, dan berkeadilan gender, sekaligus menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang ramah, menghargai peran perempuan, serta mendorong partisipasi aktif seluruh aparatur. (jo/nrl)