Sabbangparu(Kemenag Wajo) – Membangun rumah tangga yang langgeng bukan tanpa tantangan. Menyadari hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sabbangparu hadir membawa solusi nyata melalui program edukatif "The Most KUA" (Bimbingan Keluarga Muslim) di Masjid Taqwa, Desa Woronge, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan jemput bola ini menyasar sekitar 30 pasangan suami istri (pasutri) di Desa Woronge. Tujuannya jelas: memperkuat ketahanan keluarga agar tidak mudah goyah oleh dinamika kehidupan.
Kepala KUA Sabbangparu, M. Sakri Nur, dalam arahannya menekankan bahwa kunci utama keharmonisan adalah kemauan untuk terus belajar. Ia mengingatkan bahwa pernikahan yang kuat adalah fondasi bagi stabilitas sebuah negara.
"Pernikahan bukan sekadar ikatan formal di atas kertas, melainkan komitmen panjang yang membutuhkan kesabaran dan komunikasi dua arah.
Melalui program ini, kami hadir mendampingi pasutri agar memiliki solusi bijak dalam menghadapi setiap persoalan rumah tangga," ungkap Sakri Nur.
Program "The Most KUA" dirancang sebagai langkah preventif untuk menekan angka perceraian di wilayah Sabbangparu. Dengan membekali pasutri nilai-nilai keagamaan dan teknik komunikasi yang sehat, KUA berharap setiap keluarga memiliki "benteng" yang kokoh.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa Woronge, Zainuddin Made. Ia menilai kehadiran KUA di tengah warga memberikan dampak positif bagi terciptanya masyarakat desa yang rukun dan sejahtera.
Dengan semangat "Rumah Tangga Kuat, Negara Kuat", edukasi ini menjadi oase bagi para pasutri untuk kembali menyegarkan komitmen mereka demi masa depan keluarga yang lebih berkualitas.