🔗 Portal Layanan Kemenag RI Buka

KUA Sajoanging Siagakan Masjid Al Sulaeman Jadi 'Rest Area Religi' bagi Pemudik

Sajoanging (Kemenag Wajo) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, mengambil langkah proaktif dalam menyambut arus mudik tahun 2026. Melalui program inovatif, jajaran KUA Sajoanging kini menyiagakan Masjid Al Sulaeman sebagai titik Rest Area Religi bagi para pemudik yang melintasi jalur trans-Sulawesi, Selasa (10/03/2026).

Langkah ini ditandai dengan aksi bersih-bersih massal yang melibatkan seluruh staf KUA dan relawan masyarakat. Masjid yang terletak strategis di kawasan Roti Maros, Desa Towalida, tersebut kini dipersiapkan secara khusus untuk memberikan standar kenyamanan ekstra bagi para musafir.

Berbeda dengan kegiatan kebersihan biasa, inisiatif "Rest Area Religi" ini bertujuan untuk mengubah citra masjid di jalur lintas agar lebih ramah terhadap pendatang. Fokus pembersihan meliputi area utama salat, sterilisasi tempat wudu, hingga kerapian halaman yang luas guna menampung kendaraan pemudik.

"Kami ingin Masjid Al Sulaeman menjadi titik balik energi bagi para pemudik. Setelah berkendara berjam-jam, mereka butuh tempat yang tidak hanya suci untuk beribadah, tapi juga bersih dan sejuk untuk melepas penat," ujar Syahrir Kepala KUA Sajoanging dalam keterangannya.

Aksi yang dilakukan jajaran KUA Sajoanging ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Kehadiran aparatur negara yang terjun langsung menyapu lantai dan merapikan fasilitas umum dianggap sebagai bentuk nyata dari semangat pelayanan publik yang humanis dan peduli pada keselamatan pemudik.

Menurut Syahrir, masjid memiliki peran strategis sebagai tempat peristirahatan yang aman. Dengan kondisi masjid yang rapi dan nyaman, diharapkan para pemudik dapat beristirahat dengan optimal sebelum melanjutkan perjalanan, sehingga risiko kecelakaan akibat kelelahan dapat diminimalisir.


“Masjid harus hadir sebagai solusi bagi umat, termasuk para musafir. Kami ingin memastikan setiap pemudik yang singgah di Sajoanging membawa kesan positif dan perasaan tenang saat kembali ke jalan," tegasnya.

Melalui gerakan ini, KUA Sajoanging berharap tren "Masjid Ramah Pemudik" dapat menular ke wilayah lain, menjadikan perjalanan mudik tahun ini lebih bermakna dan nyaman secara lahir maupun batin.