Pammana (Kemenag Wajo) — Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ketergantungan generasi muda pada perangkat digital, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pammana mengambil langkah konkret melalui penguatan literasi keagamaan. Senin (09/03/2026) di Aula KUA Pammana.
Bukan sekadar ajang unjuk suara, Lomba Tadarrus Al-Qur'an yang diikuti oleh utusan SD, MI, hingga TPA se-Kecamatan Pammana ini dirancang sebagai bentuk intervensi sosial untuk menjaga kecintaan anak-anak terhadap kitab suci di era modern.
Asgar, Kepala KUA Pammana menegaskan bahwa dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah lahirnya generasi yang memiliki standar etika dan spiritual yang kuat.
Menurutnya, Tadarrus adalah cara terbaik untuk melatih kedisiplinan dan kefasihan berpikir pada anak. "Kami tidak sedang sekadar mengadakan lomba tahunan. Ini adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan anak-anak di Pammana tidak asing dengan Al-Qur'an. Dampaknya bukan hari ini, tapi pada karakter mereka 10 atau 20 tahun mendatang saat memimpin bangsa ini," ujar Kepala KUA
Kegiatan ini terbukti memberikan dampak ekonomi dan sosial instan bagi lingkungan sekitar. Kehadiran masyarakat yang memadati lokasi lomba menciptakan ruang silaturahmi akbar yang mempererat kohesi sosial antarwarga di Kecamatan Pammana.
Selain itu, ajang ini menjadi pemicu bagi unit-unit pendidikan non-formal seperti MDTA dan TPA untuk terus meningkatkan kualitas pengajarannya. Semangat kompetisi yang sehat mendorong para guru mengaji di pelosok desa untuk lebih giat membina santrinya.
Syiar Ramadhan ini diproyeksikan tidak berhenti pada seremoni juara. KUA Pammana berkomitmen menjadikan hasil dari lomba ini sebagai basis data untuk pembinaan berkelanjutan bagi bibit-bibit unggul di wilayah tersebut.
"Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Al-Qur'an kita harapkan benar-benar membumi, menjadi gaya hidup, dan menjadi penyaring dari dampak negatif pergaulan masa kini," tambahnya.
Dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada hasil (output) karakter, KUA Pammana berhasil membuktikan bahwa institusi negara bisa hadir menjadi solusi atas keresahan orang tua terhadap pendidikan moral anak di daerah.