🔗 Portal Layanan Kemenag RI Buka

Menag Bicara Arah Dakwah di As’adiyah, Santri Diminta Pegang Prinsip Ini

Sengkang (Kemenag Wajo) - Di tengah derasnya arus informasi dan ragam paham keagamaan, Menteri Agama menegaskan pentingnya dakwah yang moderat dan berakhlak mulia saat memberikan arahan kepada para santri dan dai di Kampus IV Mahad Aly Pondok Pesantren As’adiyah, Senin (9/2/2025).

Dalam arahannya, Menteri Agama menegaskan bahwa dakwah bukan hanya aktivitas lisan di mimbar, tetapi juga tanggung jawab moral dan sosial yang menuntut keteladanan sikap, akhlak, serta integritas pribadi.

“Dai dan mubaligh adalah wajah Islam di tengah masyarakat. Cara berpakaian, berbicara, hingga bersikap, semuanya adalah bagian dari dakwah,” ujar Menag.

Menag juga membagikan pengalaman pribadinya saat menjalani tugas dakwah di berbagai daerah terpencil. Menurutnya, pengalaman tersebut membentuk kepekaan sosial, ketangguhan mental, dan kedewasaan dalam berdakwah.


Lebih lanjut, Menag mengingatkan pentingnya lima pilar utama dakwah, yakni memahami peran sebagai dai, mengenali masyarakat sasaran, menguasai materi dakwah, memilih metode yang tepat, serta menyiapkan sarana pendukung dakwah.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, Menag menegaskan agar para dai tidak terlibat politik praktis, tidak membawa atribut partai politik, serta menjaga pesan dakwah agar tetap menyejukkan, persuasif, dan tidak memecah belah umat.

“Pesantren dan dai harus menjadi perekat umat, bukan alat kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

Menag juga menekankan pentingnya dakwah yang moderat, ramah budaya, dan kontekstual, termasuk penggunaan seni, media kreatif, serta pendekatan sosial yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.

Menutup arahannya, Menteri Agama berharap para santri Mahad Aly As’adiyah dapat menjadi dai yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan bijak secara sosial, serta mampu membawa pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat. (jo/nrl)