đź”— Portal Layanan Kemenag RI Buka

Swadaya Warga Belawa Bangun Mushalla, Kemenag Wajo Nilai Kuatnya Partisipasi Umat

Sengkang (Kemenag Wajo) — Peresmian Mushalla Ikhlas Beramal di Kecamatan Belawa pada Rabu, 1 April 2026, menjadi gambaran kuatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan keagamaan. Inisiatif yang lahir dari swadaya warga ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih terjaga.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, saat meresmikan mushola ikhlas beramal, menilai keterlibatan masyarakat dalam pembangunan mushola tersebut menunjukkan kekuatan sosial yang mampu mendorong perubahan di tingkat lokal.

Menurutnya, kehadiran tempat ibadah yang dibangun secara bersama-sama tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas antarwarga.

“Partisipasi umat seperti ini menjadi kekuatan utama. Tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Persemian mushola tersebut turut dihadiri oleh Camat Belawa, Kasubag TU Kemenag Wajo, Kasi Bimas Islam, Ketua MUI Kecamatan, Ketua LPTQ, para kepala desa dan lurah, pengawas madrasah, serta imam desa dan kelurahan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan keagamaan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama lintas elemen masyarakat.

Selain pembangunan mushalla, partisipasi warga juga terlihat dalam rangkaian kegiatan Gema Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar di wilayah tersebut. Berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadhan dinilai mampu memperkuat nilai religius sekaligus membangun karakter generasi muda.

Partisipasi aktif masyarakat, baik dalam pembangunan mushalla maupun kegiatan keagamaan, menjadi indikator penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi serta memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.

Kementerian Agama Kabupaten Wajo memandang pola swadaya seperti ini perlu terus didorong sebagai bagian dari penguatan peran umat dalam pembangunan keagamaan.

Dengan demikian, Mushalla Ikhlas Beramal tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya partisipasi umat yang mampu bergerak secara mandiri dan berkelanjutan.