Bottotengnga (Kemenag Wajo)— Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) berbasis Android di MIN 2 Wajo mendapat perhatian langsung dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), Rabu (6/5/2026).
Pemantauan ini bukan sekadar formalitas. Tim monev turun langsung ke ruang ujian untuk memastikan sistem berjalan lancar, mulai dari kesiapan perangkat, aplikasi, hingga pengawasan peserta.
Ujian yang menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis Android ini dinilai memberi banyak keunggulan. Selain praktis, sistem ini juga mampu menekan potensi kecurangan karena perangkat peserta terkunci dan terpantau selama ujian berlangsung.
Ketua panitia ujian, Syahruddin, menyebut pihak madrasah sudah mempersiapkan pelaksanaan ujian secara maksimal, terutama dalam memastikan kesiapan teknis dan kenyamanan peserta.
“Kami ingin pelaksanaan ujian ini berjalan tertib dan lancar. Sistem digital sangat membantu, baik dari sisi efisiensi maupun pengawasan,” ujarnya.
Sementara itu, Abd. Hafid yang tergabung dalam tim monev Kemenag Wajo menilai pelaksanaan ujian di MIN 2 Wajo sudah berjalan baik dan sesuai standar.
“Pelaksanaan ujian sudah bagus. Sistemnya juga mampu meminimalisir kecurangan dan membuat proses lebih transparan,” ungkapnya.
Monitoring ini diharapkan tidak hanya memastikan kelancaran ujian hingga selesai, tetapi juga menjadi gambaran bahwa madrasah mampu beradaptasi dengan sistem digital yang lebih modern dan terpercaya.Itu