Bola (Kemenag Wajo) – KUA Kecamatan Bola kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan ketahanan keluarga melalui kegiatan The Most KUA: Move for Sakinah Maslahat yang digelar di Masjid Jabal Nur Solo. Kegiatan ini diikuti oleh 27 pasangan Muslim yang tergabung dalam kelompok pasangan dengan usia perkawinan lima tahun ke bawah pada rabu (25/02/2026).
Program ini merupakan wujud nyata implementasi The Most KUA yang menitikberatkan pada penguatan fungsi layanan keagamaan, khususnya dalam pembinaan keluarga sakinah. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang edukasi, refleksi, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan rumah tangga.
Kepala KUA Kecamatan Bola, Sapriadi, dalam materinya menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan bermartabat. Ia menyampaikan bahwa usia lima tahun pertama dalam pernikahan merupakan fase penting yang membutuhkan pemahaman, kesabaran, serta komunikasi yang sehat antara suami dan istri.
“Ketahanan keluarga tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran bersama untuk terus belajar memperbaiki diri,” ujarnya di hadapan para peserta.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bola, Wahidi, memberikan penguatan materi terkait pentingnya membangun relasi harmonis dalam rumah tangga berdasarkan nilai-nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah. Ia juga mengajak peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum evaluasi dan transformasi diri dalam memperbaiki kualitas hubungan keluarga.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan berbagi pengalaman seputar dinamika kehidupan rumah tangga.
Melalui kegiatan The Most KUA: Move for Sakinah Maslahat ini, KUA Kecamatan Bola berharap dapat terus menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan guna menciptakan keluarga yang harmonis, tangguh, dan maslahat bagi masyarakat. Program ini sekaligus menegaskan peran KUA tidak hanya sebagai lembaga pencatat nikah, tetapi juga sebagai pusat layanan dan pembinaan keluarga umat. (editor : nrl)