Pais
Bukan Sekadar Konsep, Ini 4 Poin Kurikulum Cinta Versi Kakan Kemenag Wajo
- Rabu, 04 Februari 2026 | Dibaca : 36 x
Sengkang (Kemenag Wajo) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, menyampaikan empat poin utama penerapan Kurikulum Cinta dalam Workshop Peningkatan Kompetensi Guru yang digelar di Anabanua, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kemanusiaan, empati, dan hubungan antarmanusia sebagai inti proses pembelajaran. Dengan pendekatan ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
“Kurikulum Cinta tidak boleh berhenti sebagai konsep, tetapi harus dihidupkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Guru memiliki peran strategis dalam membangun hubungan yang humanis agar peserta didik tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” ujar Muhammad Subhan.
Empat poin utama Kurikulum Cinta yang disampaikan meliputi pendidikan berbasis hubungan antara guru dan peserta didik, memanusiakan manusia dengan memahami keunikan setiap siswa, membangun ekosistem belajar tanpa ketakutan, serta melampaui nilai akademik melalui penguatan kecerdasan emosional dan spiritual.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat mengimplementasikan Kurikulum Cinta secara berkelanjutan dalam pembelajaran dan budaya sekolah, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang moderat, humanis, dan berkarakter. (nrl)