🔗 Portal Layanan Kemenag RI Buka

Defile Wajo Menggema di Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel, Tunjukkan Marwah Kota Santri

Maros (Kemenag Wajo) – Penampilan defile kontingen Kabupaten Wajo pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tampil begitu memukau dan penuh khidmat. Berlangsung di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Ahad malam (12/4/2026), kehadiran Wajo sukses mencuri perhatian ribuan pasang mata yang memadati arena.

Mengusung semangat menjaga marwah sebagai “Kota Santri”, kontingen Kabupaten Wajo tampil penuh percaya diri dengan kekompakan dan nuansa religius yang kental. Sebanyak 120 orang anggota kontingen ambil bagian dalam defile tersebut, dipimpin langsung oleh Bupati Wajo Andi Rosman, didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, unsur Kesra, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Langkah tegap para peserta defile Wajo seakan menjadi simbol kuat komitmen daerah dalam membumikan Al-Qur’an serta memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Sorak tepuk tangan penonton pun mengiringi setiap langkah yang ditampilkan dengan penuh kebanggaan.

Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel berlangsung meriah dan sarat makna, dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Ketua LPTQ Sulsel, serta Bupati Maros sebagai tuan rumah.

Ajang MTQ tahun ini diikuti oleh 1.044 peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, dimulai dari registrasi pada 10 April, dengan pelaksanaan lomba berlangsung pada 12 hingga 18 April 2026 yang mempertandingkan berbagai cabang.

Semarak pembukaan semakin terasa dengan penampilan penyanyi religi Haddad Alwi yang menghibur para hadirin. Selain itu, tarian kolosal yang melibatkan sekitar 200 pelajar turut menyuguhkan visual spektakuler yang memadukan seni, budaya, dan nilai-nilai Islami.

MTQ XXXIV ini bukan sekadar ajang perlombaan, namun juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.