Sengkang (Kemenag Wajo) – Empat pelajar dari lingkungan Pondok Pesantren As’adiyah yang berada di bawah pembinaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo menorehkan prestasi pada ajang Pemilihan Duta Anak Kabupaten Wajo Tahun 2026. Seleksi yang digelar Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DINSOSP2KBP3A) Kabupaten Wajo sejak 28 Mei hingga 22 Juni 2026 itu menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi dan kepedulian terhadap isu perlindungan anak.
Dua pelajar As’adiyah berhasil menyandang gelar Duta Anak Kabupaten Wajo 2026, yakni Sitti Khadijah Dzahirah dari Madrasah Aliyah Putri Pusat Sengkang dan Nurmansyah Sya’ban Maulana dari MTs As’adiyah Putra Macanang. Sementara gelar Duta Anak Terfavorit Kabupaten Wajo 2026 diraih Andi Khaerunnisa dari MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang dan Andi Muhammad Fadlan Firas dari MTs As’adiyah Putra Macanang.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo karena Pondok Pesantren As’adiyah beserta madrasah yang bernaung di dalamnya merupakan lembaga pendidikan binaan Kemenag. Capaian ini dinilai menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan tidak hanya melahirkan generasi yang unggul dalam bidang keilmuan dan akhlak, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan berkomunikasi di ruang publik.
Keberhasilan para santri tersebut juga memperlihatkan bahwa pesantren mampu menjadi tempat lahirnya generasi muda yang siap mengambil peran sebagai pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak-hak anak. Melalui ajang Duta Anak, para pelajar didorong untuk aktif menyampaikan gagasan dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan para pelajar As’adiyah menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta keberanian untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi madrasah dan pesantren lainnya di Kabupaten Wajo untuk terus mengembangkan potensi peserta didik serta memberikan ruang bagi mereka untuk berkiprah dalam berbagai forum yang mendorong kepemimpinan, partisipasi, dan kepedulian terhadap sesama.