đź”— Portal Layanan Kemenag RI Buka

Kasi PAIS Wajo Dorong Transformasi Pembelajaran: Bawa Riset Kurikulum Berbasis Cinta ke Ruang Kelas GPAI

Sidrap (Kemenag Wajo) — Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Hamzah Alias, mendorong transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan mengintegrasikan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) langsung ke ruang-ruang kelas. 

Gagasan tersebut ia paparkan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dirangkaikan dengan Family Gathering KKG PAI SD Kecamatan Pammana, Bola, dan Takkalalla di Taman Wisata Puncak Bila, Sidrap, Jumat (9/10/2026) malam.

Hamzah menegaskan, pembelajaran PAI kekinian tidak boleh lagi terpaku sekadar pada penguasaan materi kognitif semata, melainkan harus memperkuat dimensi nilai serta pembentukan karakter peserta didik berlandaskan kasih sayang, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.

Menurutnya, inisiatif mengintegrasikan KBC di lingkungan sekolah umum merupakan langkah proaktif agar nilai-nilai luhur KBC yang telah masif di madrasah juga dapat dirasakan dampaknya secara luas oleh siswa di sekolah dasar hingga menengah.

Gagasan ini berakar langsung dari riset disertasinya yang memadukan taksonomi pembelajaran dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. 

Hamzah mengungkapkan bahwa gagasan tersebut lahir dari dinamika nyata serta kerja kolaboratif bersama para guru dan pengawas bina di lapangan.

“Riset ini bukan sekadar teori di atas meja, melainkan lahir dari kebersamaan dan kerja kolaboratif kita bersama guru dan pengawas di lapangan. Saat ini pengawas bina kita juga telah mulai menguji coba penginsersian konsep ini ke dalam perangkat dan materi ajar,” ungkap Hamzah.

Ke depan, rancangan taksonomi pembelajaran berbasis cinta tersebut akan dikembangkan lebih lanjut menjadi buku referensi dan modul ajar praktis. Modul ini ditargetkan menjadi panduan implementatif bagi para guru dalam merumuskan capaian pembelajaran yang kontekstual, mendalam, dan bermakna.

Dalam forum yang turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wajo Muhammad Subhan, beserta Pengawas PAI tersebut, Hamzah mengapresiasi dedikasi para GPAI yang terus berkomitmen meningkatkan kompetensi dan martabat profesinya.

"Guru PAI harus terus naik level. Metode mengajar itu penting, tetapi ruh dan ketulusan guru dalam mendidik jauh lebih utama. Melalui pendekatan berbasis riset dan kolaborasi ini, kita ingin pembelajaran PAI melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas beragama, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia," pungkasnya.