Pammana (Kemenag Wajo) — Minimnya pemahaman masyarakat dalam penyelenggaraan jenazah kerap menjadi persoalan saat terjadi kematian. Menjawab kondisi tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pammana bersama mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Posko II menggelar pelatihan praktik perawatan jenazah di Masjid Nurul Iman Maroanging, Kelurahan Cina, Kecamatan Pammana, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini diikuti masyarakat setempat, khususnya anggota Majelis Taklim Nurul Iman, yang selama ini mengaku belum sepenuhnya memahami tata cara perawatan jenazah sesuai syariat Islam. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Pammana, penyuluh agama, Lurah Cina, pengurus masjid, serta tokoh masyarakat.
Koordinator Desa (Kordes) Posko II, Kamil Anshari, menyebutkan bahwa pelatihan ini dirancang bukan sekadar kegiatan edukatif, tetapi sebagai solusi atas kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
“Masih banyak warga yang ragu atau tidak tahu harus berbuat apa ketika ada kematian. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kesiapan itu,” ujarnya.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat aktif dalam simulasi perawatan jenazah.
Kepala KUA Kecamatan Pammana, Asgar, menegaskan bahwa kemampuan mengurus jenazah merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) yang seharusnya dipahami oleh setiap komunitas.
“Jangan sampai saat ada yang meninggal, masyarakat justru kebingungan. Pelatihan ini menjadi langkah nyata agar warga memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan yang bisa langsung diterapkan,” jelasnya.
Materi disampaikan oleh Muhammad Jumardin melalui penjelasan mendalam dan demonstrasi langsung, mencakup tahapan perawatan jenazah mulai dari memandikan hingga mengkafani.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada segelintir orang dalam penyelenggaraan jenazah. Sebaliknya, semakin banyak warga yang siap mengambil peran, sehingga kewajiban keagamaan dapat terlaksana dengan baik dan bermartabat.