Sengkang ( kemenag Wajo) — Menteri Agama Republik Indonesia, AG. Prof. Dr. Nasaruddin Umar, mengajak generasi muda, khususnya para santri, untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas dan berilmu, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Pesan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Pondok Pesantren As’adiyah Kampus III Macanang, Jum’at (12/06) di Kabupaten Wajo. Di hadapan para santri dan pengurus pesantren, Menteri Agama menekankan bahwa ukuran keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh prestasi akademik, melainkan sejauh mana kehadirannya dapat membawa kebaikan bagi orang lain.
“Jadilah orang yang memberi manfaat. Ilmu yang dipelajari harus mampu menghadirkan kebaikan bagi sesama, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” pesan Nasaruddin Umar.
Menurutnya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu membentuk karakter, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Karena itu, para santri diharapkan tidak hanya fokus mengejar ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menteri Agama juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia, lingkungan, dan Sang Pencipta. Ia mengajak para santri untuk membiasakan diri memulai setiap aktivitas dengan Basmalah serta memperkuat zikir sebagai pondasi spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya mencintai dan merawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral manusia. Menurutnya, kepedulian terhadap alam merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Belajarlah mencintai lingkungan tempat kita hidup. Ketika manusia mampu menjaga alam dan hidup berdampingan dengannya, maka keberkahan akan hadir dalam kehidupannya,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para santri senantiasa menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.
“Fokuskan akal, fokuskan pikiran, dan fokuskan batin. Dengan itu, ilmu yang diperoleh akan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan dan membawa manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.
Kunjungan Menteri Agama tersebut turut didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan H. Ali Yafid dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo H. Muhammad Subhan, serta dihadiri jajaran Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah, pimpinan satuan pendidikan, dan tokoh-tokoh pesantren di lingkungan As’adiyah.
Melalui pesan tersebut, Menteri Agama berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, akhlak mulia, serta semangat untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat dan bangsa.