Sengkang (Kemenag Wajo) — Kehadiran Pendeta David dan Pendeta Dedi dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Senin (21/9/2026) malam, menjadi penanda kuat bahwa semangat persaudaraan dan kerukunan umat beragama terus terawat di Kabupaten Wajo. Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kemanusiaan.
Kepala Kantor Kemenag Wajo, Muhammad Subhan, menegaskan bahwa kehadiran para pendeta tersebut mencerminkan semangat Kementerian Agama sebagai kementerian yang menaungi seluruh umat beragama. Hal itu sejalan dengan tema nasional peringatan Maulid tahun ini, “Meneladani Akhlak Rasulullah, Merajut Persaudaraan, Memuliakan Kemanusiaan.”
“Inilah Kementerian Agama. Bukan hanya kementerian agama Islam, tapi kementerian semua agama. Kehadiran Pendeta David dan Pendeta Dedi malam ini menjadi bukti bahwa persaudaraan insaniah kita di Wajo tetap terjaga,” ujar Muhammad Subhan di hadapan para tamu undangan.
Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri Bupati Wajo, Andi Rosman, bersama Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo. Hadir pula jajaran Forkopimda atau yang mewakili, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Kabag SDM Polres Wajo, Kasdim 1406 Wajo, Kasubag Pembinaan Kejari Sengkang, Ketua Pengadilan Negeri Sengkang, dan Ketua Pengadilan Agama Sengkang.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Subhan juga memaparkan potensi sumber daya Kemenag Wajo yang didukung 2.010 personel di 14 kecamatan, terdiri atas 539 ASN dan 1.471 honorer. Kekuatan tersebut mencakup 111 Penyuluh Agama Islam di KUA, 593 Guru PAI di sekolah umum, serta pembinaan terhadap 148 madrasah dan 19 pondok pesantren dengan 7.724 santri.
“Kekuatan ini akan kita gerakkan bersama pemerintah daerah. Mulai dari desa, kelurahan hingga kecamatan, agar kehadiran Kemenag benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret mendekatkan layanan keagamaan kepada masyarakat, Kemenag Wajo bersama Bupati Wajo menggagas program Pekan Maulid. Berbeda dari peringatan yang biasanya berlangsung satu malam, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama satu minggu dengan berbagai agenda, termasuk lomba shalawat tingkat kecamatan.
“Tujuannya satu, membumikan shalawat di Kabupaten Wajo. Kalau shalawat sudah membumi, kedamaian akan hadir, persaudaraan semakin kuat, dan itu muaranya adalah maslahat untuk masyarakat Wajo,” pungkasnya.