Sengkang (Kemenag Wajo) – Suasana penuh kebersamaan dan persaudaraan lintas agama mewarnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wajo di Sengkang, Senin (21/09/2026) malam.
Acara yang dipersiapkan hanya dalam waktu empat hari ini sukses menyedot perhatian berkat kolaborasi erat antara ulama dan umara demi kemaslahatan masyarakat.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Wajo Andi Rosman didampingi Ibu Ketua Tim Penggerak PKK, bersama unsur Forkopimda, para pimpinan OPD, perbankan, ormas, pimpinan pondok pesantren, hingga tamu istimewa Pendeta David dan Pendeta Dedi Limbongi.
Kepala Kantor Kemenag Wajo, Muhammad Subhan, menegaskan bahwa kehadiran tokoh lintas agama di tengah acara Maulid merupakan bukti nyata moderasi beragama di Bumi Lamaddukelleng.
"Inilah Kementerian Agama. Kemenag adalah kementerian semua agama. Kehadiran Pak Pendeta yang sudah menjadi warga Kemenag dan penguasa lapangan di sini adalah bukti nyata moderasi," tegasnya.
Kakan Kemenag juga memaparkan kekuatan lembaganya yang didukung 2.010 personel di 14 kecamatan—meliputi ASN dan honorer, pembinaan 148 madrasah, 19 ponpes dengan 7.724 santri, hingga ratusan penyuluh agama dan guru PAI. Kekuatan inilah yang digerakkan bersama Pemda, termasuk menggagas program Pekan Maulid ke depan untuk membumikan shalawat di Wajo.
Bupati Wajo Andi Rosman yang hadir dalam kesempatan tersebut mengaku sangat terkesan. Tampil khusyuk mengenakan sorban, ia menyebut baru kali ini mendapati peringatan Maulid yang begitu meriah dan inklusif selama 34 tahun berkarier sebagai birokrat.
Di tengah efisiensi anggaran, Bupati turut memaparkan capaian infrastruktur yang tetap menjadi salah satu yang tertinggi di Sulsel pada 2025–2026, mulai dari penuntasan Islamic Center, Wisata Pallae Pammana, revitalisasi Lapangan Merdeka dan RTH berstandar profesional, hingga suntikan dana infrastruktur jalan senilai ratusan miliar rupiah.
Selain itu, Bupati juga menitipkan pesan khusus kepada para Kepala KUA untuk menggerakkan pembiasaan Salat Dhuha hingga menyasar 70% warga Wajo, serta mengajak masyarakat terus membumikan shalawat—bercermin dari kisah keajaiban Shalawat Nariyah di Situbondo. Ia juga bersyukur sektor pertanian Wajo tetap surplus di tengah hantaman El Nino, yang segera disambut dengan kehadiran Menteri Pertanian dalam acara Mattoana Petani bersama 15.000 petani.
Puncak acara diisi dengan hikmah Maulid oleh KH. Nurdin Martan, . Ia mengingatkan bahwa langkah awal Rasulullah saat tiba di Madinah bukanlah membangun pasar, melainkan mempersaudarakan sesama manusia. Guruta juga menekankan pentingnya menjaga tiga pilar ukhuwah (Islamiyah, Wathaniyah, dan Insaniyah) serta merawat keharmonisan antara ulama dan umara.
"Jika ulama dan umara baik dan harmonis, maka masyarakat akan bahagia," pesannya, sekaligus menutup rangkaian acara dengan pesan budaya Sipakatau (memuliakan kemanusiaan) serta doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Wajo.
Ketua Panitia yang juga Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammad Adam, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat partisipasi 147 lembaga yang terdiri dari RA hingga MA, Kepala KUA, dan berbagai pihak.
Maulid tahun ini menjadi wujud nyata dari tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Merajut Persaudaraan, Memuliakan Kemanusiaan". jelasnya