đź”— Portal Layanan Kemenag RI Buka

Wisuda Tahfiz Al-Kaukabul Munir, Kemenag Wajo Sampaikan Progres Pengakuan Pendidikan

Sengkang (Kemenag Wajo) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, memberikan sinyal positif bagi masa depan pendidikan tahfiz di Indonesia. Saat menghadiri wisuda santri di Pondok Pesantren Al-Kaukabul Munir As’adiyah, Sengkang, Kamis (9/7/2026), ia menegaskan bahwa pemerintah kini tengah mengupayakan pengakuan resmi bagi lembaga tahfiz.

Menurutnya, seiring pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, lembaga tahfiz yang terdaftar di Kementerian Agama ke depan diproyeksikan menjadi lembaga pendidikan nonformal yang diakui pemerintah.

Sebanyak 32 santri mengikuti wisuda tahfiz. Dari jumlah tersebut, 13 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz, sementara lainnya telah menuntaskan hafalan 10, 15, dan 20 juz. Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kaukabul Munir As’adiyah, Abdul Waris Ahmad, dalam laporannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus pusat Pondok Pesantren As’adiyah, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Jamil Yunus, para orang tua santri, serta tamu undangan.

Muhammad Subhan mengatakan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan tahfiz di Indonesia. Menurutnya, lembaga tahfiz yang telah memenuhi ketentuan dan terdaftar pada Kementerian Agama diharapkan ke depan memperoleh pengakuan sebagai lembaga pendidikan nonformal.

“Dengan demikian, para santri tahfiz nantinya diharapkan memperoleh ijazah resmi yang diakui pemerintah sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagaimana lulusan lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya.

Selain penguatan kelembagaan, Subhan juga berharap perhatian pemerintah terhadap lembaga tahfiz semakin meningkat, termasuk melalui dukungan sarana dan prasarana guna menunjang proses pembelajaran Al-Qur’an.

Ia mengapresiasi para orang tua yang telah mendukung anak-anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, menghafal Al-Qur’an bukanlah perkara mudah, tetapi membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, serta pertolongan Allah SWT.

“Anak-anak yang menghafal Al-Qur’an memiliki bekal yang sangat berharga. Karena itu, teruslah menjaga hafalan, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, dan tetap berprestasi dalam pendidikan,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Subhan berharap para wisudawan mampu menjadi generasi Qurani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan serta memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.