Sengkang (Kemenag Wajo) - Sebanyak 105 anak yatim dan penyandang disabilitas di Kabupaten Wajo menerima bantuan sosial dalam program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama RI yang dilaksanakan serentak oleh seluruh Kantor Kemenag kabupaten/kota di Indonesia melalui sambungan virtual dari pusat, sekaligus menjadi bagian dari semarak peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah yang dikenal sebagai momentum berbagi dan memuliakan anak yatim.
Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan kepedulian sosial kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas. Di Kabupaten Wajo, bantuan yang disalurkan mencapai 105 paket, hasil kolaborasi berbagai lembaga dan mitra keagamaan.
Kontribusi bantuan berasal dari Baznas Kabupaten Wajo sebanyak 50 paket, UPZ Kemenag Wajo 25 paket, Lazis As’adiyah 10 paket, Lazis Muhammadiyah 10 paket, serta Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) sebanyak 10 paket.
Momentum 10 Muharram dipilih karena memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat dalam tradisi Islam sebagai hari yang identik dengan kepedulian terhadap anak yatim. Melalui program ini, Kementerian Agama berupaya menghidupkan semangat tersebut dalam bentuk aksi sosial yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap kelompok rentan. Menurutnya, kolaborasi berbagai lembaga dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam membangun kesejahteraan umat.
Melalui Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Kementerian Agama berharap kehadiran negara dan lembaga sosial dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain membantu meringankan beban penerima manfaat, program ini juga menjadi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperkuat empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia tersebut menjadi bukti bahwa semangat memuliakan anak yatim dan membantu kelompok rentan tidak hanya diperingati secara simbolis, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.