Bola (Kemenag Wajo) – Di tengah semakin berkurangnya ruang bagi tradisi lisan keagamaan, Kecamatan Bola justru memilih menghidupkannya melalui Lomba Barazanji yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bola bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Bola pada Rabu (24/6/2026). Diikuti imam desa, imam dusun, dan imam masjid dari sembilan desa, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Muharram 1448 Hijriah ini menjadi ikhtiar menjaga syiar Islam sekaligus melestarikan pembacaan Kitab Barazanji beserta pemaknaannya dalam Bahasa Bugis agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan membaca Barazanji. Lebih dari itu, kegiatan ini mengangkat kembali peran Barazanji sebagai media dakwah yang selama ini telah menyatu dengan budaya masyarakat Bugis. Melalui lantunan syair yang berisi sejarah kelahiran, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah SAW, nilai-nilai Islam diwariskan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Keunikan lomba ini terletak pada penyampaian makna Kitab Barazanji dalam Bahasa Bugis. Setiap tim tidak hanya dituntut memiliki kemampuan melantunkan Barazanji dengan irama dan kaidah yang baik, tetapi juga mampu menjelaskan kandungan isinya menggunakan bahasa daerah sehingga pesan-pesan keislaman lebih mudah dipahami dan dirasakan oleh masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Bola mengatakan, pelestarian Barazanji menjadi bagian dari upaya menjaga warisan keilmuan para ulama sekaligus memperkuat identitas keislaman masyarakat melalui budaya lokal.
Menurutnya, di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi keagamaan berbasis budaya lokal perlu terus dirawat agar tidak kehilangan ruang dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, Pekan Muharram tidak hanya dimaknai sebagai peringatan tahun baru Islam, tetapi juga momentum menghidupkan kembali tradisi-tradisi yang mengandung nilai edukasi, dakwah, dan kebersamaan.
Sebanyak sembilan tim yang mewakili desa di Kecamatan Bola tampil bergantian menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Penilaian tidak hanya berfokus pada kualitas bacaan, tetapi juga ketepatan penyampaian makna, kekompakan tim, serta penghayatan terhadap isi Kitab Barazanji.
Lomba Barazanji merupakan salah satu rangkaian Pekan Muharram 1448 Hijriah di Kecamatan Bola yang sebelumnya diawali dengan Pawai Muharram pada 17 Juni 2026. Melalui berbagai kegiatan tersebut, semangat Tahun Baru Islam diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi menjadi penguat ukhuwah Islamiyah, media syiar yang membumi, sekaligus upaya nyata menjaga tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Bugis.