Makassar (Kemenag Wajo) — Hamzah Alias, Kasi Pendidikan Agama Islam (Pais) Kementerian Agama Kabupaten Wajo, berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor di Ruang Sidang Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Selasa (8/9/2026), dengan menghadirkan “Taksonomi HAMZAH Berbasis Cinta” sebagai produk hasil riset untuk memperkuat pembudayaan sikap inklusif dan moderat di lingkungan pendidikan.
Disertasi Hamzah berjudul “Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bermuatan Moderasi Beragama dalam Pembudayaan Sikap Inklusif di SMA Negeri Kabupaten Wajo.” Riset tersebut tidak hanya mengkaji implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam, tetapi menghasilkan sebuah kerangka konseptual yang memetakan nilai-nilai cinta dalam membangun karakter peserta didik.
Produk riset tersebut dirumuskan melalui enam pilar yang membentuk Taksonomi HAMZAH Berbasis Cinta, yakni Harmoni, Altruisme, Multikulturalisme, Zero-Toxic Communication, Autorefleksi, dan Humanisasi.
Harmoni menempatkan moderasi, inklusivitas, dan sikap anti-ekstremisme sebagai wujud cinta yang mendamaikan. Altruisme diwujudkan melalui kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sebagai cinta yang peduli dan berbagi.
Selanjutnya, Multikulturalisme menguatkan nasionalisme, kebinekaan, dan penghargaan terhadap perbedaan sebagai cinta yang menghargai perbedaan. Pilar Zero-Toxic Communication menekankan komunikasi yang positif dan beretika sebagai cinta yang menjaga melalui kata-kata.
Sementara itu, Autorefleksi mengarahkan peserta didik pada muhasabah dan introspeksi diri sebagai cinta yang memperbaiki diri. Pilar terakhir, Humanisasi, menekankan martabat, empati, dan pemberdayaan sebagai bentuk cinta yang memanusiakan manusia.
Kerangka tersebut menjadikan moderasi beragama tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi diterjemahkan ke dalam nilai dan perilaku yang dapat dibudayakan dalam kehidupan sekolah. Dengan pendekatan berbasis cinta, pendidikan agama diarahkan untuk membentuk peserta didik yang mampu menghargai perbedaan, berkomunikasi secara sehat, peduli terhadap sesama, serta memiliki kemampuan merefleksikan diri.
Taksonomi HAMZAH Berbasis Cinta menjadi bagian penting dari hasil riset Hamzah Alias yang mempertemukan pendidikan agama, moderasi beragama, dan pembentukan karakter inklusif dalam satu kerangka konseptual. Dengan demikian, capaian doktoralnya tidak hanya ditandai oleh gelar akademik, tetapi juga oleh lahirnya produk riset yang dapat menjadi gagasan dalam penguatan pendidikan yang humanis dan inklusif.