PITUMPANUA (Kemenag Wajo) – Santri Pondok Pesantren Al Mubarak DDI Tobarakka didorong tidak hanya kuat dalam akidah dan akhlak, tetapi juga mampu menguasai teknologi digital serta mandiri secara ekonomi. Gagasan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Wajo, Hamzah Alias, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al Mubarak DDI Tobarakka, Kamis (10/9/2026).
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo sekaligus Ketua Umum Pengurus Daerah DDI Kabupaten Wajo, Hamzah Alias menawarkan konsep “Santri Tiga Dimensi” sebagai gambaran santri yang mampu menghadapi tantangan kehidupan masa depan.
Menurut Hamzah, keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya tercermin dari kematangan spiritual, tetapi juga dari kecerdasan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian. Karena itu, pendidikan pesantren dinilai perlu membekali santri dengan kompetensi yang lebih luas.
“Rasulullah SAW adalah sosok yang tidak hanya matang secara spiritual, tetapi juga unggul secara intelektual dan mandiri secara ekonomi. Meneladani beliau berarti kita harus mempersiapkan santri yang adaptif dengan tantangan masa depan,” tegasnya.
Konsep pertama dalam gagasan tersebut adalah santri yang kuat akidah dan akhlaknya. Hamzah menyebut aspek tersebut sebagai fondasi utama yang harus terus diperkuat melalui pendidikan dan pembinaan di lingkungan pesantren.
Dimensi kedua adalah penguasaan digital dan dakwah modern. Santri diharapkan tidak menjadi generasi yang gagap teknologi, melainkan mampu memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan pesan keagamaan yang sejuk, cerdas, dan inklusif.
“Santri Al Mubarak tidak boleh gagap teknologi. Mereka harus menguasai literasi digital agar mampu merebut ruang publik dengan konten dakwah yang sejuk, cerdas, dan merangkul,” ujarnya.
Sementara dimensi ketiga adalah kemandirian melalui jiwa santripreneur. Menurut Hamzah, lulusan pesantren idealnya tidak hanya memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin umat, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kita ingin lulusan Tobarakka nanti tidak hanya siap memimpin umat di masjid, tetapi juga siap menjadi penggerak ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya,” katanya.
Ia berharap tiga dimensi tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter santri di Ponpes Al Mubarak DDI Tobarakka. Integrasi antara akidah, kemampuan digital, dan kemandirian ekonomi dinilai dapat melahirkan generasi yang tetap berpegang teguh pada nilai agama sekaligus mampu menjawab perubahan zaman.
“Jika ketiga dimensi ini melekat pada diri santri kita, maka Pondok Pesantren Al Mubarak DDI Tobarakka akan melahirkan pemimpin masa depan yang berhati Mekkah, berotak modern, dan bertangan terampil,” ungkapnya.
Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Wajo Baso Rahmanuddin dan istri, Kabag Kesra Setda Kabupaten Wajo Arwes, Ketua Umum Pengurus Besar DDI Syamsul Bahri A. Galigo, Pimpinan Ponpes Al Mubarak DDI Tobarakka Andi Muh. Yusuf A. Galigo, Camat Pitumpanua dan unsur Forkopimcam, Kepala KUA Kecamatan Pitumpanua, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidik dan orang tua santri.