Belawa (Kemenag Wajo) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, mendorong implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi budaya yang melekat dalam proses pembelajaran di madrasah saat membuka Workshop Penguatan Implementasi KBC di Aula MAN Wajo, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang diikuti guru Madrasah Aliyah se-Kecamatan Belawa itu digelar sebagai upaya memperkuat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Muhammad Subhan menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak boleh dipahami sebatas dokumen atau program sesaat. Menurutnya, KBC harus menjadi ruh yang menghidupkan seluruh proses pendidikan di madrasah.
“Kurikulum Berbasis Cinta harus terus kita sukseskan. Jangan hanya menjadi konsep di atas kertas, tetapi hadir dalam cara guru mendidik, berinteraksi, dan membentuk karakter peserta didik,” ujarnya.
Ia menilai, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga bagaimana madrasah mampu melahirkan generasi yang memiliki empati, toleransi, dan kepedulian sosial. Karena itu, guru dituntut menjadi teladan dalam menanamkan nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap perbedaan.
Menurut Muhammad Subhan, keberhasilan KBC tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari perubahan budaya belajar yang lebih ramah, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.
Melalui penguatan implementasi KBC, ia berharap madrasah di Belawa dapat menjadi pelopor pendidikan yang mengedepankan nilai cinta, sehingga mampu mencetak generasi yang unggul dalam prestasi sekaligus kuat dalam karakter.
Workshop tersebut dihadiri oleh para guru Madrasah Aliyah se-Kecamatan Belawa yang mendapat penguatan terkait strategi penerapan KBC dalam kegiatan belajar mengajar di lingkungan madrasah.