Bua (Kemenag Wajo) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, menegaskan perubahan orientasi kinerja di lingkungan Kemenag Wajo dengan menempatkan dampak pelayanan kepada masyarakat sebagai ukuran utama keberhasilan. Penegasan tersebut disampaikan saat Rapat Evaluasi Program Kerja Semester I Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Bua, Kabupaten Luwu, pada (21/6/2026), sebagai langkah menyusun strategi peningkatan layanan umat pada semester kedua tahun ini.
Menurut Muhammad Subhan, evaluasi program tidak boleh berhenti pada angka serapan anggaran dan capaian administrasi semata. Setiap program harus mampu menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan tidak hanya dilihat dari realisasi anggaran, tetapi sejauh mana layanan yang kita berikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Seluruh program harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan umat,” tegasnya.
Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan dalam sejumlah agenda prioritas. Di bidang Bimas Islam, Kemenag Wajo memperkuat edukasi ketahanan keluarga bagi calon pengantin dan meningkatkan peran penyuluh agama dalam merespons persoalan sosial keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, percepatan sertifikasi tanah wakaf menjadi salah satu fokus penting guna memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf. Kemenag Wajo juga berupaya meningkatkan akurasi layanan pengukuran arah kiblat serta mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar potensi zakat dapat dikelola secara lebih maksimal.
Di sektor tata kelola, penataan Barang Milik Negara (BMN) dan penguatan fungsi kehumasan turut menjadi perhatian agar berbagai program prioritas Kementerian Agama dapat diketahui dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Muhammad Subhan juga mengajak seluruh ASN Kemenag Wajo memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, serta mengimplementasikan program Ekoteologi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan layanan yang lebih efektif, responsif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” pungkasnya.