Sengkang (Kemenag Wajo) – Keamanan daerah tidak hanya ditentukan oleh kuatnya penegakan hukum, tetapi juga oleh terpeliharanya kerukunan antarwarga. Karena itu, penguatan kolaborasi lintas sektor terus didorong, termasuk melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Lapangan Upacara Mapolres Wajo, Rabu (1/7/2026).
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, tantangan dalam menjaga keamanan tidak lagi terbatas pada tindak kriminal. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi di media sosial, hingga potensi gesekan antarkelompok menjadi persoalan yang memerlukan keterlibatan semua pihak.
Dalam konteks tersebut, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun kehidupan yang damai dan harmonis. Tokoh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan, memperkuat nilai toleransi, serta mengajak masyarakat menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan musyawarah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, menegaskan bahwa menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga kerukunan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta aktif membangun komunikasi yang baik di lingkungan masing-masing.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas institusi kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh komponen bangsa. Dengan kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan Kabupaten Wajo yang aman, rukun, dan kondusif.