Sengkang (Kemenag Wajo) — Menteri Agama Republik Indonesia, AG. Prof. Dr. Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo dengan agenda menghadiri dan memimpin sejumlah kegiatan di Pondok Pesantren As’adiyah, Kampus III Macanang, Jumat (12/6/2026).
Kunjungan tersebut disambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan Ali Yafid, jajaran Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah dan pimpinan satuan pendidikan
Dalam kunjungannya, Menteri Agama memberikan arahan kepada para santri dan pengurus pesantren serta memimpin rapat pimpinan Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah yang membahas berbagai agenda strategis pengembangan lembaga.
Di hadapan para santri, Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya membangun karakter melalui kecintaan terhadap ilmu, lingkungan, dan nilai-nilai spiritual. Ia mengajak para santri untuk menjadikan alam sebagai bagian dari proses pembelajaran serta membiasakan diri mengawali setiap aktivitas dengan Basmalah dan zikir.
“Rawatlah lingkungan di sekitar kita. Pohon-pohon dan alam yang kita jaga hari ini akan menjadi saksi perjalanan kita dalam menuntut ilmu dan berbuat kebaikan,” pesan Menteri Agama.
Selain memberikan pembinaan kepada santri, Menteri Agama juga memaparkan arah pengembangan Pondok Pesantren As’adiyah ke depan. Sejumlah program yang direncanakan antara lain penguatan fasilitas pendidikan, pembangunan sarana penunjang bagi santri dan orang tua, pengembangan kawasan hijau dan taman edukasi, hingga penguatan sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Agama yang dinilainya menjadi motivasi besar bagi pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Wajo.
“Kunjungan ini menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kita semua. Arahan dan visi yang disampaikan Menteri Agama memberikan optimisme baru bagi kemajuan pendidikan pesantren, khususnya Pondok Pesantren As’adiyah yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan Islam di Kabupaten Wajo,” ujarnya.
Menurut Muhammad Subhan, kehadiran Menteri Agama menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap penguatan lembaga pendidikan keagamaan sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, moderat, dan berdaya saing.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi kepesantrenan yang menjadi jati dirinya.