đź”— Portal Layanan Kemenag RI Buka

Resmi Terapkan Sekolah 5 Hari, MTsN Wajo Gandeng Orang Tua Wujudkan Pembelajaran Lebih Efektif

Pitumpanua (Kemenag Wajo) — MTsN Wajo mulai menerapkan kebijakan lima hari sekolah pada tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut disosialisasikan kepada orang tua peserta didik dan Komite Madrasah melalui rapat koordinasi yang digelar di halaman Masjid Nurul Yaqin, Bolabakka, Kecamatan Pitumpanua, Kamis (30/7/2026). Pertemuan ini menjadi ruang penyamaan persepsi mengenai pelaksanaan program, mulai dari penerapan lima hari sekolah, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), hingga penguatan tata tertib peserta didik sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kepala MTsN Wajo bersama Komite Madrasah tersebut menghadirkan seluruh orang tua peserta didik untuk memperoleh penjelasan menyeluruh mengenai kebijakan baru yang akan diterapkan. Selain memaparkan penyesuaian jadwal belajar, pihak madrasah juga menjelaskan kesiapan sarana pendukung agar proses pembelajaran tetap berlangsung efektif meskipun waktu belajar dipadatkan menjadi lima hari, yakni Senin hingga Jumat.

Kepala MTsN Wajo, Nurlelah, menegaskan bahwa penerapan lima hari sekolah tidak hanya bertujuan menyesuaikan kebijakan pendidikan, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk memiliki waktu berkualitas bersama keluarga pada akhir pekan.

“Dengan adanya kebijakan lima hari sekolah ini, kami berharap peserta didik memiliki waktu istirahat yang cukup bersama keluarga di akhir pekan, sekaligus mengoptimalkan efektivitas pembelajaran selama hari sekolah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum memaparkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama. Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan menyosialisasikan tata tertib peserta didik guna memperkuat pembinaan karakter dan kedisiplinan di lingkungan madrasah.

Diskusi berlangsung interaktif. Orang tua menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan terkait pelaksanaan program, sedangkan pihak madrasah memberikan penjelasan secara terbuka. Dialog tersebut menghasilkan kesepahaman bersama sekaligus memperkuat dukungan orang tua dan Komite Madrasah terhadap implementasi kebijakan lima hari sekolah.

Melalui sinergi antara madrasah, komite, dan orang tua, MTsN Wajo optimistis mampu mengimplementasikan kebijakan tersebut secara optimal sekaligus mewujudkan lingkungan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran.