Pitumpanua (Kemenag Wajo) — Penampilan tim selawat MTsN Wajo pada peresmian gedung PHTC MTsN Wajo, Selasa (6/10/2026), sukses menarik perhatian Bupati Wajo, Andi Rosman, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid. Bukan hanya karena lantunan shalawat, tetapi karena pertunjukan tersebut menggabungkan Digital Audio Workstation (DAW), aransemen musik, dan shalawat orchestra dalam satu konsep yang digarap bersama Arfandi Wahyu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTsN Wajo.
Konsep tersebut membuat penampilan tim selawat MTsN Wajo tampil berbeda. Arfandi Wahyu tidak hanya berada di balik konsep, tetapi juga terlibat langsung memainkan sejumlah instrumen musik dalam pertunjukan, mulai dari suling, kecapi, keyboard hingga perkusi.
Bupati Wajo bahkan secara spontan memberikan apresiasi atas kemampuan Arfandi yang mampu memadukan berbagai instrumen dengan teknologi musik digital dalam satu pertunjukan.
“Bisa-bisanya itu anak main musik. Dia tongmi main suling, dia to mi main kecapi, dia main keyboard dan perkusi. Luar biasa, ini aset,” tandas Bupati Wajo.
Apresiasi serupa datang dari Kakanwil Kemenag Sulsel yang mengaku memiliki pengalaman bekerja bersama Arfandi Wahyu sejak dirinya masih bertugas di Bulukumba. Menurutnya, kreativitas Arfandi dalam menggarap konsep pertunjukan bukan sesuatu yang baru.
“Memang luar biasa ini Bapak punya konsep garapan. Waktu saya jadi Kandep di Bulukumba, saya selalu libatkan beliau di setiap kegiatan,” ungkapnya.
Ia pun mengaitkan pertemuan tersebut dengan perjalanan tugas keduanya. Arfandi kini kembali berkarya di Sengkang, sementara dirinya mendapat amanah memimpin Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.
Pertunjukan itu sekaligus memperlihatkan bahwa ruang kreativitas di madrasah tidak terbatas pada kegiatan akademik. Perpaduan teknologi, seni musik, dan nilai-nilai keagamaan dapat menjadi wadah bagi siswa maupun pendidik untuk menghasilkan karya yang kreatif dan memiliki daya tarik tersendiri.
Bagi MTsN Wajo, penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa madrasah memiliki sumber daya kreatif yang dapat dikembangkan lebih jauh. Kolaborasi Arfandi Wahyu dengan tim selawat menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi musik digital dapat digunakan untuk memperkaya penyajian selawat tanpa meninggalkan substansi nilai keagamaannya.